Jumat, 09 Oktober 2015

Pemungutan Pajak

♠ Tata cara pemungutan pajak
     1. Stelsel Pajak
          Pemungutan pajak dapat dilakukan berdasarkan 3 stelsel :
             a. Stelsel Nyata (Riel Stelsel)
                   Pengenaan pajak didasarkan pada objek (penghasilan yang nyata), sehingga pemungutannya baru dapat dilakukan pada akhir tahun pajak, yakni setelah penghasilan yang sesungguhnya diketahui. Stesel nyata mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah pajak yang dikenakan lebih realistis. Sedangkan kekurangannya adalah pajak baru dapat dikenakan pada akhir periode (setelah penghasilan riil diketahui).
              b. Stelsesl Anggapan (Fictieve Stelsel)
                   Pengenaan pajak didasarkan pada suatu anggapan yang diatur oleh undang-undang. Misalnya, penghasilan suatu tahun dianggap sama dengan tahun sebelumnya, sehingga pada awal tuhan pajak sudah dapat ditetapkan besarnya pajak yang terutang untuk tahun pajak berjalan. Kebaikan stelsel ini adalah pajak dapat dibayar selama tahun berjalan. Sedangkan kelemahaannya adalah pajak yang dibayar tidak berdasarkan pada keadaan yang sesungguhnya.
               c. Stelsel Campuran
                     Stelsel ini merupakan kombinasi antara stelsel nyata dan stelsel anggapan. Pada awal tahun, besarnya pajak dihitung berdasarkan suatu anggapan, kemudian pad akhir tahun besarnya pajak menurut kenyataan lebih besar daripada pajak menurut anggapan, maka wajib pajak harus menambah, sebaliknya jika lebih kecil kelebihannya dapat diminta kembali.
     2. Asas Pemungutan Pajak
         1) Asas Domisili
               Negara berhak mengenakan pajak atas seluruh penghasila wajin pajak yang bertempat diwilayahnya baik penghasilan yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Asas ini berlaku untuk wajib pajak dalan negeri.
           2) Asas Sumber
                 Negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber di wilayahnya tanpa memperhatikan tempat tinggal wajib pajak.
           3) Asas Kebangsaan
                   Pengenaan pajak dihubungkan dengan kebangsaan suatu negara.
      3. Sistem pemungutan pajak
              a. Official Assesment System
                     Adalah suatu sistem pemungutan yang memberi wewenanv kepada pemerintah (fiskus) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak. Ciri-cirinya : Wewenang untuk menentukan besarnya pajak terutang ada pada fiskus; Wajin pajak bersifaf pasif; Utang pajak timbul setalah dikuarkan surat ketetapan pajak oleh fiskus.
               b. Self Assesment System
                      Adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada wajib pajak untuk menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang. Ciri-cirinya : Wewenang untuk menentukan besarnya pajak terutang ada pada wajib pajak sendiri; Wajib Pajak Aktif; Fiskus tidak ikut campur dan hanya mengawasi.
              c. With Holding System
                       Adalah suatu sitem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada pihak ketiga untuk menentukan besarnya pajak yang tetutang oleh wajib pajak. Ciri-cirinya : Wewenang menetukan besarnya pajak yang terutanv ada pihak ketga, pihak selai fiskus dan qajib pajak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar